Postingan

ALLAH MAHA PENCEMBURU

Sebuah monolog sederhana yang aku ucapkan dikala tak ada lagi telinga yang mau mendengar rententan kata-kata yang kuucap. Setidaknya aku masih tahu cara untuk berbicara dengan diri sendiri. Capek ya? Berkali kali jatuh kelubang yang sama. Ya, capek juga sih. Padahal tujuannya udah dirangkai sedemikian rupa, sehingga aku bisa bersamanya nanti. Kecewa gak? Udah merangkai rencana, tapi ujung ujungnya gagal lagi. Ya, kecewa sih. Bahkan sekarang sampai tulisan ini dibuat, aku sudah gak mau main main lagi sama perasaan. Trauma? atau...mau nunggu dia kembali? Trauma sih iya, kalo nunggu dia....entahlah. Gelap. Aku ga bisa ngeliat dia ada di masa depanku atau enggak. Kenapa ya tiap kali udah serius sama satu hati, bahkan udah komitmen tapi ujung ujungnya selalu gagal. Ya, mungkin karena ada sosok yang ga mau ngeliat kamu jatuh cinta berlebih. Siapa? Emang ada ya yang kayak gitu? Ya ada lah. Tuhan. Allah. Dia Maha Pencemburu. Ga mau ngeliat hambaNya jatuh cinta kepada segala sesuatu selain DIA ...

Belum Ada Judul

A dalah waktu yang menjadikan semuanya mungkin, N yata, begitu komitmen terucap untuk meyakikanmu. Y ang aku tahu, jari jemari kita pernah saling bergenggaman begitu indah. A ku berharap kamu tidak hanya sekedar singgah. A wal selalu bermula indah, G ejolak hatipun mengerti bahwa hadirmu menjadi penyembuh lukaku di masa lalu. R angkaian doa selalu aku panjatkan kepada sang pemberi kehidupan. I ndah ini tak mau aku akhiri sendiri,  P adamu aku tahu kemana aku harus pulang ketika lelahku ada. H arapan dan komitmen sudah kutulis dalam buku masa depanku dengan namamu di dalamnya. I ndah memang yang pernah tertulis, N amun aku kembali ditampar dengan realita. A khir dari cerita ini adalah aku kembali belajar tentang 'mengikhlaskan dalam diam'  

untitled

 "ikhlas"   sempat terucap akan sebuah janji, untuk sebuah nama yang masih ada dalam sanubari, 'aku tidak akan pergi' karena aku sudah menemukan apa yang selama ini aku cari   aku pernah kagum akan hadirnya senja. senja yang nyata dan selalu aku tunggu. namun, sejak saat itu.... cara pandangku terhadap senja tidak lagi sama. senja hanya singgah untuk sementara, memanjakan mata, memukau jiwa. ketika aku tahu bahwa senja begitu indah, dia pergi. hilang. dan senja itu kamu...   aku tahu semesta mempertemukan kita pasti dengan sebuah alasan, dan aku tahu ketika semesta tidak lagi mengijinkan kita untuk bertemu, itu juga dengan sebuah alasan. untuk kebaikanmu, untuk bahagiamu, kini aku belajar dan mendalami satu pelajaran penting yaitu "IKHLAS" - For Anya Agriphina Surabaya, 12 April 2021  semoga bahagiamu selalu sejalan dengan kehendak semesta. Rgds, Thom L.    

Dear 2019

Dear 2019, Tidak terasa penghujung tahun sudah tiba.  Banyak hal-hal yang tentunya tidak bisa dilupakan begitu saja. Janji-janji manis pada diri sendiri dirangkum menjadi sebuah resolusi. Namun kegagalan, rasa putus asa, rasa kecewa, semua hal tentunya terjadi di tahun ini. Mungkin ada tawa yang tersirat setelah rasa kecewa. Mungkin ada pelajaran yang dipetik setelah mengalami kegagalan. Ada juga bagaimana beratnya merelakan dalam sebuah kepergian. Bagaimanapun itu semua adalah bagian dari sebuah perjalanan. Terima kasih atas semua kenangan dan segala pembelajaran. Karena tanpa itu semua, kita tidak tahu seberapa kuat kita di masa yang akan datang. Untuk segala harapan yang belum tersampaikan, bersabarlah Sang Pencipta tidak lalai dalam menjalankan tugasNya. Terima kasih 2019 . Selamat datang 2020. Segala proses dan tantangan yang akan datang, saya siap menghadapi - Thom L.

ATHAZAGORAPHOBIA

Gambar
Orang-orang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Sebagian meninggalkan bekas, sebagian kita lupakan begitu saja. Teman-teman semasa kecil mungkin hanya menjadi penghias album foto yang hanya dibuka sesekali, itu pun kita lupa nama mereka satu per satu. Teman-teman remaja hanya tersisa dalam kenangan, mereka yang pernah meninggalkan kenangan manis, atau mungkin juga luka dalam hati kita. Sebagian mereka mengajarkan arti kehidupan yang sebenarnya, baik dengan cara yang manis maupun pahit. Semakin besar, teman-teman yang kita kenal semakin sedikit. Di bangku kuliah, kita hanya mengenal sedikit sekali orang yang duduk sekelas dengan kita, apalagi jika kombinasi mereka berganti-ganti tiap masa kuliah. Orang-orang yang akan berbekas dalam ingatan kita hanyalah beberapa orang saja. Jumlah sahabat sudah pasti lebih sedikit dari teman-teman yang hanya sekedar meminjam catatan atau satu angkutan umum. Beberapa orang menghadapi peralihan suasana,...

Untitled

Heningnya malam terkadang menjadi sahabat yang baik untuk setiap rindu yang ada. Bintang dan bulan menjadikannya lebih indah ketika aku hanya bisa menahan rasa. Sama seperti biasanya,rasa ini kembali hadir untuk memberi tanda tanya Sebuah rasa dimana aku hanya bisa kembali menanyakan,"pantaskah aku menerima rasa ini?" Seperti sebuah teka teki yang harus aku pecahkan sendiri. Kembali lagi aku memendam rasa,menyimpan tanya,"bolehkah aku hadir disana?" Kenyataan ini membuatku hanya terdiam dan malu. Sampai kapankah aku harus bisa menahan dan memendam rasa? Hanya dengan memandang wajahmu saja aku bisa menemukan arti ketenangan, hanya dengan menatap matamu saja aku bisa menemukan arti kedamaian, Tapi itu tidaklah cukup. Ingin sesekali aku menjadi alasan dibalik senyum indahmu. Jika ada sebuah kemungkinan,ijinkanlah aku untuk menjadi alasan untuk membuatmu bahagia. Meski terkadang aku berpikir kamu adalah suatu ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan

RANDOM NIGHT

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu; Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan  awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti rindu yang tak tersampaikan  dikala hujan membasahi senja. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, tak memandang segala kelebihan yang kamu punya. Aku mencintaimu dengan sederhana, seperti rindu yang ingin kau ucapkan kepada ayahmu yang telah tiada. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, sama seperti cara Tuhan yang menjadikanmu nyata. Dalam kepala masih tersimpan sebuah tanya, Mengapa aku dan kamu tak bisa bersama? Rindu membuatku selalu ingin bertanya, adakah kamu menyimpan rasa yang sama? Aku memang tidaklah sempurna seperti yang kamu minta, namun dalam gelapmu,aku selalu bisa menjadi setitik cahaya. Aku memanglah bukan siapa-s...